Franchise (waralaba) adalah suatu strategi pengembangan komersial produk, jasa atau teknologi yang berdasarkan kerjasama yang erat dan berkesinambungan antar perusahaan baik secara hukum maupun finansial, yang independen, yaitu franchisor (pemberi waralaba) dan franchisee ( penerima waralaba).
Di Indonesia, sistem bisnis dengan franchise mulai berkembang sejak tahun 1980 an. Pada saat ini sudah banyak franchise asing yang masuk ke Indonesia, baik dalam perdagangan barang maupun dan jasa. Selain itu, pengusaha Indonesia juga telah mulai mengembangkan domestik franchise, seperti Es Teler 77, Salon Rudy Hadisuwarno, dan lainnya.
Menurut Brice Webster, franchise dapat digolongkan menjadi tiga macam, yaitu :
· Product Franchise. Disini penerima franchise hanya bertindak sebagai distributor dari produk franchisor, seringkali diberi hak ekslusif untuk memasarkan produk tersebut disatu wilayah tertentu.
· Manufacturing Franchise. Franchisor memberikan know – how dari suatu proses produksi. Franchise memasarkan barang-barang itu dengan standard produksi dan merek yang sama dengan dimiliki franchisor. Contoh franchise model ini adalah produk minuman soft drink sperti Coca Cola, Fanta, Pepsi dan lain-lain.
· Bussines format franchising. Franchisee mengoperasikan bisnisnya dengan memakai nama franchisor. Franchisee diakui sebagai anggota kelompok bisnis ini dan sebagai imbalan atas pemakaian nama tersebut, maka franchisee harus mengikuti metode-metode standar pengoperasian dan berada di bawah pengawasan franchisor, dalam hal bahan-bahan yang digunakan, pilihan tempat usaha, desain tempat usaha, jam penjualan, persyaratan karyawan dan lain-lain. Contoh: Mc. Donald, Dunkin Donat, Pizza Hut dan lain-lain. Selain ketiga bentuk di atas, sudah berkembang juga di Indonesia group trading franchise, yang menunjuk pada pemberian hak toko grosir maupun pengecer. Seperti Indomart, Carrefour dan lain-lain.
Penyebab kegagalan dari usaha franchise adalah:
1. Franchisor serakah memungut franchise fee.
2. Monitoring yang lemah.
3. Kesalahan merekrut franchisee.
4. Kelemahan pada divisi R&D.
5. Perjanjian yang tidak tegas dan jelas.
6. Sistem operasional yang terlalu rumit.
1. Franchisor serakah memungut franchise fee.
2. Monitoring yang lemah.
3. Kesalahan merekrut franchisee.
4. Kelemahan pada divisi R&D.
5. Perjanjian yang tidak tegas dan jelas.
6. Sistem operasional yang terlalu rumit.
Kunci Sukses Franchising:
1. The more simple, the more success.
2. Berorientasi kepada suksesnya franchisee.
3. Terus melakukan inovasi dan pengembangan.
1. The more simple, the more success.
2. Berorientasi kepada suksesnya franchisee.
3. Terus melakukan inovasi dan pengembangan.
Berikut ini ada diskusi ekonomi mengenai Franchise. Silakan dibaca dan diberi tanggapan. Terima kasih..

2 komentar:
GIMANA KALO KITA BUKA USAHA ITU AJA ? KITA YANG KELOLA RAME RAME
buka franchise maksudnya?
franchise apaan?
Posting Komentar